BERUBAH DAN BERBUAH

 

Berubah dan Berbuah di Taman Baca

( Oleh Y. Joni Liwu,S.Pd )

 

Kalau saja hal berkesan yang harus kutulis hari ini adalah ibadat awal tahun pembelajaran yang berlangsung di sekolahku, SMP Negeri 13 Kota Kupang. Sebagaimana ibadat atau bahkan perayaan Natal dan Tahun bersama yang dilakukan dalam sebuah ruangan dengan pernak-pernik bernuansa natal dan tahun baru, maka hal itu sangat berbeda dengan ibadat awal tahun di sekolahku. Kehadiranku yang agak telambat membuatku tergesa-gesa hadir. Tanpa ragu, aku merangsek di antara siswa-siswi yang menempati bangku-bangku permanen Taman Baca. Sepanjang mata memandang, seluruh siswa menempati bangku-bangku yang selama ini digunakan sebagai tempat berliterasi.Di bangku-bangku inilah hamper setiap pagi, guru dan siswa menghabiskan waktu 15 menit berliterasi sebelum pembelajaran. Bahkan pada setiap Kamis, satu jam dijadikan sebagai waktu berliterasi.Pembiasaan setiap kamis dengan berliterasi ini, maka disebut sebagai Kamis Membaca.

Namun kondisi Taman Baca SMPN 13 Kupang hari telah memberi sebuah suasana yang berbeda.Seluruh siswa dan guru serta pegawai suntuk dalam ibadat.Ya, ibadat awal tahun pembelajaran.Sekitra 900-an siswa dari semua agama tertib mengikuti seluruh tata ibadat.Ibadat yang dipimpin guru-guru agama Kristen Protestan di SMP ini, berlangsung hikmat. Naomi Linda Bora, S.Th mendasarkan khotbahnya pada Surat Rasul Paulus kepada Umat di Efesus,2:11-22 dengan tajuk “Dipersatukan di Dalam Kristus. Di akhir renungannya, Naomi mengajak guru dan siswa serta pegawai, agar dapat berubah dari waktu-wkatu berlalu.

“Dengan demikian, kita dapat berbuah banyak, sehingga dapat memberi pun membantu kepada sesama yang lain,” imbuh Guru Agama di sekolah ini mengakhiri renungannya.

Merayakan ibadat dalam kesederhanaan ini, ternyata memberi kesan tersendiri bagi guru dan siswa. Kesan kebersamaan sebagai sebuah keluarga yang ingin berubah.Kata kuncinya tentu hendak berubah dari kondisi atau keadaan sebelumnya. Apa pun bentuknya, entah perilaku demikian halnya tanggung jawab yang diemban. Mengutip pernyataan seorang Naomi Linda Bora yang menyeruhkan “Berubah dan Berbuah”, sangat diharapkan perubahan itu berdampak pada kemajuan belajar.

Kesan yang juga turut menyentuh, yakni bahwa kebersamaan tersebut akan belalu. Sebagaimana yang disampaikan siswa-siswi kelas IX yang tiga bulan lagi akan mengikuti Ujian Nasional, tepatnya bulan April. Ha itu berarti, mereka akan berpisah; atau ibadat bersama ini merupakan ibadat awal tahun yang terakhir. Mereka telah rajut suka duka, pedih perih, pun senyum dan tawa. Mungkin pula karena sering rewel di kelas karena usia yang labil, tetapi kedekatan batin sebagai seorang anak dan orang tua di sekolah, paling tidak membuat mereka menyadari bahwa kebersamaan mereka mungkin pula harus berakhir. Ungkapan hati mereka, seolah mereka merindukan untuk bersyukur dalam khusuk batin di Taman Baca. Hal itu mungkin tidak akan dialami di tempat lain setelah mereka menamatkannya di sekolah ini.

 

Mereka mungkin pula tidak akan melupakan sebaris kotbah sederhana, tetapi sangat mengajaknya agar tidak saja berubah tetapi juga dapat berbuah banyak. Di bawah rindangnya tetanaman di taman Baca SMP negeri 13 Kupang itu, mereka memahami, jika dengan berbuah banyak pula mereka sanggup membantu dan menolong sesamanya, selain dirinya sendiri. Gema puji-pujian dari paduan suara dalam ibadat awal tahun ini pun seolah mengukir ikhtiar, agar kesederhanaan Ibadat yang terukir di Taman Baca, bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Atau paling tidak kerindangan yang memberi kesejukan di taman Baca pun telah mendengar ikhtiar guru dan siswa untuk berubah sehingga bias berbuah banyak.

 

Sekejap kusantunkan puisiku pada enam tahun silam, bahwa kisah walau sekejab, sesungguhnya realita sebuah cinta.Cinta akan sesama, juga akan seluruh tugas yang diemban.

 

 

Sekejap

Puisi: Joni Liwu

Seuntai katamu,

menyibak kisah
lalu asa menerawang di mimpi siang
hati bertaut  sekejap
memang dunia dan cinta
tak perna pupus.
untukmu....
kita perna ada

 

(08 Desember 2014 )

 

 

(Kutulis tentang kita, di Taman Baca SMPN 13 Kupang

 

 

 

 

 

 

Komentar