IBADAH AWAL TAHUN SI SMPN 13 KUPANG
Ibadah Awal Tahun
Pelajaran di SMPN 13 Kota Kupang:
“ Berbuah dan
Berubah bagi Banyak Orang”
Mengawali kegiatan pembelajaran semester
genap Tahun Pelajaran 2019/ 2020, SMP Negeri 13 Kota Kupang menggelar Ibadat
bersama. 900 siswa SMP Negeri 13 Kota Kupang dan para guru serta pegawai yang
memadati Taman Baca di sekolah itu mengikuti ibadat dengan hikmat. Ibadat yang
dipimpin Sifera Bekak, S.Pd dan Erna
Wadu Lobo, S.Pd, Guru Agama Kristen Protestan tersebut berlangsung dengan
tertib. Ibadat yang diselenggarakan secara bergantian yakni Katolik dan
Protestan setiap tahun tersebut, berlangsung secara sederhana dengan mengambil
tempat Taman Baca/ Literasi SMP Negeri 13 Kota Kupang. Para siswa terlihat
menempati semua bangku bahkan teras sekolah. Walaupun demikian, mereka dengan
tertib mengikuti seluruh rangkaian tata ibadat tersebut.
Ibu Naomi Linda Bora, S.Th,
pengkhotbah dalam ibadat tersebut mendaraskan renungannya berdasarkan pada
Surat Rasul Paulus kepada Umat di Effesus, 2:11-22 dengan topik “Dipersatukan di Dalam Kristus”. Dalam
renungannya, Ibu Naomi yang juga guru Agama Kristen Protestan di sekolah
tersebut menggarisbawahi bahwa kedatangan Kristus untuk semua orang. Ia tidak
memilih atau memilah. Ia datang untuk menyelamatkan semua orang.
Lebih lanjut dalam renungannya,
ia mengajak kepada guru, pegawai dan peserta didik agar dengan rakhmat dan suka
cita di tahun yang baru, dapat berubah dan berbuah bagi banyak orang.
”Kita harus berubah dari tahun sebelumnya,
bahkan harus berbuah banyak sehingga dapat membantu dan menolong orang lain,”
imbuhnya mengakhiri renungan.
|
|
Beberapa paduan suara turut
melengkapi ibadat bersama tersebut. “Paduan Suara siswa kelas 9A dan B, juga
Kelas IXE turut mengidungkan puji-pujian dalam ibadat tersebut,” demikian Maria Giri,
S.Pd, Humas SMP Negeri 13 Kupang kepada
kontributor di akhir kegiatan ibadat
ini.
Kepala SMP Negeri 13 Kota, Dra.
Maria Theresia Rosalina Lana menjelaskan bahwa ibadat bersama di awal tahun
merupakan program wajib.Hal tersebut dilakukan secara bergantian, karena jumlah siswa terbanyak di SMP Negeri 13 Kota
Kupang didominasi siswa beragama Kristen
Protestas dan Katolik. Oleh karena itu, ia selalu menghimbau agar segala
sesutau yang berhubungan dengan kegiatan ibadat harus dipersipakan dengan
sebaik-baiknya.
“Tahun ini, ibadat bersama
dilakukan menurut tata ibadat Kristen Protestan. Sedangkan tahun yang akan datang
dilakukan menurut tata perayaan katolik. Karena itu, saya sudah menghimbau agar
tahun depan harus dipersiapkan secara lebih baik,” ungkap Roslin yang telah
setahun menakhodai sekolah tersebut.
Beberapa guru memberikan kesan yang berbeda tentang ibadat
awal tahun. Maria Russae, S.Pd, menjelaskan bahwa, ibadat tahun ini memiliki
nuasa yang berbeda. Hal ini lebih kepada tempat pelaksanaan. Hampir setiap
tahun, ibadat dilaksanakan di dalam ruangan atau aula. Sedangkan, tahun ini
dilaksanakan ditempat terbuka.
“Kondisi ini memberi kesempatan
kepada semua siswa serta guru dan pegawai hadir bersama. Dan hari ini ibadat
dilaksanakan denga sukses. Semua siswa bahkan guru, dengan hikmat mengikuti
seluruh rangkaian ibadat,” demikian guru Mapel Seni dan Budaya di sekolah
tersebut.
|
|
|
Paeserta didik serta guru dan
pegawai yang memadati Taman Baca SMP Negeri 13 Kota Kupang.
Tanggapan berbeda oleh Dra.
Sulami Elisabet, Guru Bahasa Indonesia di SMPN 13 Kupang.
“Tuhan berkenan, sehingga
perayaan yang dilaksanakan di Taman Baca dengan cuaca bersahabat.Syukur kepada
Tuhan untuk penyertaan-Nya hari ini,” demikian ibu guru senior di sekolah ini.
Para siswa memiliki kesan
berbeda. Paduan suara kelas IX E melihat
persembahan lagu yang dinyanyikannya merupakan perayaan kebersamaan. “Hal ini
karena, ibadat ini merupakan ibadat yang terakhir di alma amater ini,’’ ungkap
Chandaria Manafe, Sifra Mauko, dan Rata Matheos bergantian.
|
|
|
Paduan suara Kelas IX
E SMP Negeri 13 Kota Kupang
“Gema
Natal memang telah berlalu, tetapi kedamaiannya masih tersantun dalam hati
seluruh keluarga besar SMP Negeri 13 Kota Kupang. Perayaan ibadat awal tahun
2020 setidaknya telah menggambarkan suasana batin itu. Kedamaian itu semakin menyentuh
kala ibadat diakhiri dengan salam damai. Seluruh siswa dan guru serta pegawai
terpaut dalam kedaimaian bersama. Damai akan memberi nuansa tersendiri dalam
pembelajaran di tahun yang baru,” imbuh Daprosa Dailaga, S.Pd, kepala urusan
kurikulum SMPN 13 Kupang.
(Kontributor:
Yohanes Joni Liwu, S.Pd)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|










Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan kosntruktif!