TALENTA
Mengusung Talenta atau Potensi?
Belajar
mengerjakan pangan lokal, menyajikan,mempersilahkan, menjamu merupakan
penerapan hal bertatakrama yang patut diketahui pelajar.Bukankah mereka sedang
berliterasi?
Kita
mestinya menghargai karya siswa sekecil apapun.Semisal cerita seorang anak
yatim sebut saja Peu.Semenjak SD ia jarang ke sekolah karena ia harus
menyinggahi TPA sebelum tiba di sekolahnya. Di TPA ia hanya mencari barang
bekas elektronik seperti kalkulator, radio, tape recorder,
dll. Barang itu kemudian dibawanya kembali ke rumah.Ia tertarik melihat
komponen juga elemen dari barang2 rongsokan itu.Ibunya yg melihat perilaku
anaknya yg memutar-mutat, meraba-raba barang rongsokan itu mmbiarkan saja.Dalam
hati ia hanya mensyukuri anaknya memilih barang rongsokan jadi mainan dibanding
memberi mobil2an atau jenis mainan lainnya.Konsekuensi dari permintaan utk
mmbeli mainan anak2 tentu ia harus mengeluarkan sejumlah uang.Untuk kebutuhan
pokok saja tidak tercukupi apalgi permainan anak-anak.
Misteri kehidupan
menjadi rencana terindah Tuhan untuk manusia.Peu yang tidak berijasa SMP kini
telah mnjdi seorang mekanik dan operator kendaraan berat.Kejeniusannya juga
terlihat pada kemampuan merakit alat elektronik spt seperangkat sound sistem
(power,equelizer, parametik,dll).Ia yang tidak berijzah pun kemudian dibutuhkan
banyak orang sekedar mereparasi alat-alat elektronik keluarga yang rusak.Peu
kini pun menjadi mekanik alat berat sebuah perusahaan yang hari - hari ini
mengoperasikan peralatannya pada pengaspalan jalan.
Sungguh, menghargai hal-hal kecil sebagai wujud kreasi, sebenarnya telah
memberikan dia kesempatan utk memahat kecakapan hidup di hari esok.
Jika pembelajaran diarahkan pada kecakapan, maka bukan tidak
mungkin, siswa-siswi atau pelajar dapt mengoptimalkan piotensi, yang tak lain
adalah telenta yang telah diberkati.
Sebagai orang tua juga guru, jangan pernah memenjarakan kreativitas anak,
tetapi jangan pula membiarkan ia terlena oleh wangi cendana hingga terbuai,
lalu pendidikan hari-hari ini hanya menghasilkan generasi instan.
Terinpirasi di
ruang sajian praktek memasak XIE SMPN 13 Kupang, 16 Maret 2020.
Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan kosntruktif!