SINOPSIS Antologi Puisi 1

Antologi Puis 1: Mengembara di Lautan Cinta  ( sinopsis )


SINOPSIS

 

Pengembaraan hidup dapat diibaratkan sebagai sebuah litani yang hampir pasti terekam dan disandungkan oleh siapapun. Perwujudannya adalah sebuah pengalaman, entah dituturkan pun ditulis. Antologi puisi berjudul Mengembara di Lautan Cinta ini hendak mengabarkan kepada pembaca bahwa pengalaman pengembaraan seseorang dalam kehidupannya sangatlah beraneka. Bahwa dalam pengembaraan tidak sedikit kehidupan harus dilumuri peluh mebasahi tubuh. Tangis dan air mata senantiasa mengiring pengembaraan. Antologi ini pun diawali puisi berjudul Embara, mengisahkan kehidupan penuh perjuangan, sehingga tak jarang tetes air mata harus mambasuh pelupuk mata. Walaupun demikian, jangan pula bermuram durja menangisi kepahitan hidup yang penuh misteri.Mengapa nian, karena setiap insan tetap berikhtiar menyongsong hari esok dengan sumringah meski hari-hari ini harus berpeluh.

Mendekap penglaman hidup keseharian menyiratkan sebuah simpul hidup bahwa cinta  adalah segala-galanya. Tanpa cinta siapapun tak mampu mewujudkan harapannya. Cinta pula yang memanggil manusia untuk mengadakan hubungan eksistensial.nSemua tersekap dalam pengalaman idrawi telah menjadi sumber inspirasi dan ruh puisi-puisi yang disajikan.Tak terkecuali, cinta kepada ayahanda di hari-hari senjanya. Cinta kepada  ibunda yang telah tiada, cinta kepada alam, juga kepada sesama.

Puisi-puisi dalam antologi ini pun hendak menggugah pembaca agar setidaknya dapat mengabarkan kepada dunia, pengalaman batin, pengalaman-pengalaman indrawi menjadi larik-larik bermakna. Bukankah larik-larik imaji itu adalah  denting tali kecapi batin penuh daya menggugah? Menggugah kehidupan manusia dalam pengembaraannya.

Kita memang sedang mengembara di lautan cinta, maka membaca puisi-puisi ini dapat pula menyuguhkan sebersit pengalaman mengabadikan cinta kepada siapa pun, dan di manapun. Cinta memang tak terbatas, karena cinta adalah karunia Tuhan kepada jiwa-jiwa yang peka dan agung.***

 

 

Komentar