TIK TOK

 

TIK TOK DI TENGAH ACAMAN CORONA

 

            Hari- hari ini ketika membuka gawai komunkiasi dengan berbagai aplikasi, maka aplikasi yang sedang digandrungi adalah tik tok. Kadang tersenyum sendiri karena aplikasi yang satu ini merambah semua usia dan semua profesi. Ketika seorang gadis dalam akun media sosialnya melakukan atraksi tik tok tentu sangat wajar, tetapi kemudian ibu-ibu semua profesi tak terkecuali juga menceburkan dirinya dalam kolam yang disebut tik tok, kelihatan mulai kurang wajar. Bukan karena aplikasi ini lebih cocok pada para remaja, tetapi kelenturan tubuh saat mengikuti gerakan-gerakan yang harus ditiru kurang harmonis. Mungkin saja gerakan berbeda dengan gerakan dan lagu dalam aplikasi tik tok. Walaupun demikian, semua gerakan meniru dalam aplikasi tik tok terekam dan berlanglang buana di dunia maya.Tetapi lebih membuat warga dunia maya tertawa jika ada pula kakek-kakek dan nenek-nenek “terjerumus” (baca: nimrung )  dalam aplikasi yang keratif dan berdurasi sekitar 15 detik tersebut.Sepertinya, tik tok telah memberi sentuhan tersendiri pada nilai estetis seseorang. Karena paduan music dan gerak tat kala meniru mempnyai keasyikan tersendiri.

            TikTok kini sudah menjadi salah satu aplikasi media sosial raksasa di dunia, menyaingi Facebook, Twitter dan Instagram. Pada November lalu, aplikasi ini telah memiliki lebih dari 500 juta pengguna di 150 negara. Di Indonesia per Juli lalu, TikTok mengklaim memiliki 10 juta pengguna.

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 1 miliar kali. Menurut data dari SensorTower, TikTok telah diunduh di Amerika Serikat sekitar lima juta kali dengan pendapatan mencapai $2 juta dolar AS per Februari 2019. Seperti dilansir Techcrunch, sejak mendapatkan investasi senilai $3 miliar, ByteDance, perusahaan yang menciptakan TikTok, kini telah menjadi start-up teknologi bernilai paling tinggi di dunia, dengan valuasi mencapai $75 miliar dolar.

            Aplikasi ini yang bisa digunakan untuk menyunting video dan musik lalu menghubungkannya dengan hal lain di luar video tersebut. Misalnya, musik Connie Talbot berjudul Count on Me. Musik itu dihubungkan dengan video berisi adegan laki-laki yang berupaya melamar perempuan menggunakan uang dan ponsel. Lamaran itu gagal. Perempuan tersebut baru bersedia menerima lamaran sang lelaki setelah ia disodori cincin.

Durasi video musik hasil hibrida ini tidak lama, hanya lima belas detik. Tapi coba lihat, jumlah penontonnya bisa mencapai puluhan ribu bahkan ratusan ribu. Itu baru satu contoh video musik yang dibuat di aplikasi Tik Tok. Ada banyak lagi jenisnya. Bahkan, untuk video-video yang sangat lucu dan unik, kontennya bisa jadi viral ke seluruh dunia.

Seni memang memiliki ruang lingkup yang lebih luas. Jika seni hanya dianggap sebagai segala sesuatu yang ada di galeri dan pertunjukkan seni semata, maka seyogianya kita sudah mulai harus berkaca pada Tik Tok. Sesuatu yang tidak berada di ruang eksklusif tapi aksesibilitasnya justru menjadi senda gurau yang meleburkan segala sekat.

Tidakkah humor, dalam kacamata tertentu, merupakan refleksi hubungan interpersonal yang sangat intim? Artinya, jika Tik Tok lebih menciptakan keakraban secara komunal, tidakkah menjadi lebih bermanfaat ketimbang seni adiluhung yang kadang hanya membuat kening kerat-kerut?

 

Terlepas dari keakraban yang tercipta karena aplikasi yang satu ini, tik tok telah memberi andil bagi pengguna aplikasi ini di wabah pandemi yang sedang mengintai. Bekerja di rumah dan belajar di rumah, bukan tidak mungkin memberi ruang bagi siswa-siswi untuk berkreasi dengan aplikasi ini. Tentu saja dalam pengawasan orang tua, sehingga waktu belajar di rumah tidak tersita oleh Tik Tok.

Tik tok sebagai sarana hiburan, juga Aplikasi TikTok ini bisa digunakan untuk mempromosikan bisnis serta brand Anda. Konten – konten dari TikTok bisa digunakan untuk membangun brand image yang bagus bila dioptimasi dengan baik dan benar.

Anda bisa membuat akun serta konten – konten TikTok Anda sendiri dan menggunakannya sebagai sarana promosi ataupun cara membangun brand image bisnis Anda.

Cara lainnya adalah dengan bekerja sama dengan para influencer TikTok yang sudah memiliki audiens mereka masing – masing. Anda akan memiliki kesempatan untuk dapat mengkonversi audiens – audiens tersebut menjadi pelanggan Anda.

Anda bisa mengoptimasi setiap konten Anda dengan hashtag yang akan digunakan sebagai cara untuk menunjukkan brand image Anda. Hashtag akan menjadi cara terbaik untuk mempromosikan konten Anda.  

 

TikTok juga bisa Anda gunakan untuk membangun brand personal Anda. Bila Anda seorang influencer ataupun ingin menjadi seorang influencer, TikTok bisa menjadi tempat yang cocok untuk memulai. Popularitas dan jumlah pengguna yang banyak akan bisa menjadi sebuah potensi bagi Anda.

Menjadi influencer di TikTok juga bisa menjadi sumber income yang baik. Akan ada banyak tawaran dari brand – brand yang ingin menggunakan jasa Anda sebagai seorang brand influencer. Bangunlah audiens yang besar untuk bisa menjadi seorang influencer TikTok yang baik. Sama halnya dengan hal di atas, manfaatkan hashtag untuk bisa mempromosikan konten Anda dengan baik.

 

 

 

 

 

 

Komentar