WATAR PUHUN
WATAR PUHUN DALAM
TERPAAN ZAMAN
Watar Puhun, demikian orang Hewa
menyebutnya. Pada masa kanak-kanak, mendengar sebutan itu betapa selera makan
bergelora. Biji jagung kering yang sama ketika digoreng dengan wajan tanpa
minyak biasanya menghasilkan watar puhun dan watar henan. Yang membedakan
adalah watar puhun biji jagung yang mengembang atau yang disebut popcorn,sedang
jika tidak meletup dalam wajan saat menggoreng itu disebut watar henan.
Ditilik dari rasa saat mengunya sebenarnya sama
saja.Jika dihadapkan pada pilihan jika disajikan maka orang tentu memilih water
puhun. Selain bentuknya menarik, agak lebih renyah.Memang makanan khas yang
tekah membesarkan kehidupan seorang anak kampong, tetapi kehidupan di zaman ini
apalagi di perkotaan, menyebabkan orang lupa untuk mengolah jagung menadi water
henan aau water puhun.
Sedikit berbagi, bahwa biji jagung yang
meletup menjadi popcorn ini berhubungan dengan peristiwa sains yang terjadi
pada saat pemanasan, teman-teman.Ketika biji jagung dipanaskan, air yang ada di
dalamnya berubah menjadi uap air yang memenuhi seluruh bagian biji jagung.
Uap air ini akan membuat biji jagung mengembang.
Nah, karena tidak mampu menahan tekanan uap air yang memenuhi ruang, biji
jagung tadi akan meledak atau meletup.
Meletupnya biji jagung karena pemanasan dan
perubahan air menjadi uap inilah yang menyebabkan biji jagung yang keras
berubah menjadi popcorn yang empuk.
Di dalam lambung biji jagung, terdapat endosprema
yang terdiri dari pati jagung yang masih keras.
Nah, uap panas bertekanan tinggi akan
membuat pati yang keras berubah bentuk dan tekstur menjadi lunak.
Ketika akan dimasak, biji jagung berwarna kuning,
seperti jagung yang biasa kita makan.
Namun saat biji jagung sudah meletup dan berubah
menjadi popcorn, warnanya berubah menjadi putih.
Sebenarnya dari mana warna putih popcorn ini
berasal, ya?
Biji jagung memiliki zat tepung bernama pati yang
merupakan cadangan makanan yang dimiliki biji.
Fungsi dari cadangan makanan ini adalah
agar jagung bisa tumbuh menjadi tanamanSuhu panas bertekanan tinggi membuat
pati yang keras kehilangan air dan mengubahnya dari padat menjadi lunak.
Ketika uap keluar dan biji jagung meletup, suhu pati
jagung akan dengan cepat turun dan membuatnya kembali menjadi padat.
Namun kali ini pati jagung yang memadat tidak keras
seperti saat masih ada di dalam jagung, teman-teman.
Hasilnya, popcorn memiliki tekstur yang empuk,
kenyal, dan lembut saat dimakan.
Mungkin soal renyah di mulut, sehingga begitu
mendengar water puhuh, orang-orang semasa saya di waktu kecil sangat
senang,apalagi ketika itu sangat jarang mendengar jenis-jenis kue.Oleh karena
itu, santapan water henan dan water puhuh menjadi jenis makanan yang sungguh
sangat asyik.
Beberapa hal yang menjadi menarik, yakni bahwa
selain dua jenis olahan di atas, ada pula olahan daun pepayah yang menjadi lauk
saat menikmati jagung goring tersebut. Cara memasaknya oun tidak
merepotkan.Hanya dipanggang di atas wajan yang sedang panas.Setelah kelihatan
layu,daun papaya tersebut siap disantap. Bagi anak-anak zaman now, tentu
melihat dedaunan itu saja sudah membayangkan betapa sangat terasa pahit.
Jangankan mengecapinya, untuk memegang saja tidak sanggup. Tetapi jujur saja,
kala segelintir orang bahkan kebanyakan orang di kampong masih menikmati jagung
goring dengan daun papaya yang dilayukan. Al hasil mereka sehat-sehat.Nah
menjadi pertanyaan, apakah kandungan pada kedua jenis makanan tersebut?
Tanaman yang punyai nama latin Zea Mays yang setelah
diolah menjadi jagung goreng berkhasiat antara lain, bikin sehat organ, kuatkan
tulang , membuat kulit awet muda,
menghindar anemia, bikin sehat jantung, bikin sehat
mata, menambah ketahanan tubuh, menanggulangi kanker, dan menambah daya ingat.
Tentang daun papaya itu sendiri berkhasiat untuk mengobati penyakit demam berdarah, sebagai
anti-malaria, baik untuk hati, mendukung pencernaan, menurunkan kadar gula
darah, menyembuhkan nyeri saat
menstruasi, membantu mengobati masalah
kulit, dan meninkatkan pertumbuhan rambut.
Menilik khasiat yang beraneka tersebut maka
mengonsumsi jagung goreng dan daun papaya sebenar telah menjadi nutrisi bagi
tubuh sekaligus obat. Hingga di titik ini,tentu orang akan berpikir soal
kesehatan yang lebih peting dari pada soal suka atau tidak suka.
Kalau saja hal ini dikhabarkan kepada anak-anak
zaman now yang sangat doyan dengan makanan kemasan,maka bukan tidak mungkin
mereka bisa belajar membiasakan makan sehat dan hidup sehat. Kita seolah
terlena dengan selera anak-anak zaman now dengan makanan siap saji, sehingga
lupa akan pembiasaan ala kampung kepada generas-generasi sekarang.
Pembiasaan yang pernah digaungkan pemerintah
Propinsi NTT tentang makanan lokal seseungguhnya mengajarkan banyak hal selain
mencintai pangan loka dengan cita rasa tinggi, juga banyak berkhasiat. Semoga
saja gema makanan lokal tidak tersapu oleh makanan siap saji yang tentu saja
memiliki zat pengawet. Jika kita mengharapkan generasi yang sehat dan tangguh,
makan makanan lokal menjadi pilihan. Keluarga menjadi ujung tombak pembenaman
pemahaman soal khasiat makanan lokal selain pemerintah.
Ah…..Jagung goreng dan daun pepayah telah menggiring
seleraku untuk bernostalgia, tentang kisah masa kecil terselimut misteri.
Menjadi Misteri karena tentang khasiatnya baru diketahui setelah pendidikan
menggerus kekurangpahaman puluhan tahun setelahnya.
Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan kosntruktif!