MENGAPA
MENGAPA
mengapa mata memagut erat
dari tatap memukau sendu
terkulai sejak itu,
kala tatap menohok kalbu
pada raut menghempas budi.
Tak kutahu, sedahsyat angin buritan
haru biru jiwa terpesona
hanyut biduk tak tentu arah
enggan ke pantai tempat berlabuh.
di sudut rabun mata menatap
tertambat rindu menggebu insan
entah kapan dia bersambut
kelak damai jiwa berserah.
entahkah hasrat dibelai gelombang?
ah..aku sedang memuja
sedang mentari menanjak senja.
lindung jiwa dalam katup di dada
agar jalan tak berkelok durja,
agar raga tak tak tertimbun debu.
Kupang, 04 Desember 2020
Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan kosntruktif!