KUNJUNGAN RUMAH
PASIEN MERAWAT PASIEN
Home visit di siang bolong ini menorehkan kesan memprihatinkan. Kondisi kehidupan siswa yg cukup menyayat kalbu. Pasien merawat pasien. Ibunda yg sedang sakit harus pula merawat anaknya yang sakit. Hati seorang ibu yang sungguh tak terbayar dengan apapun. Di gubuk yang sederhana bersama suami yang telah berkepala lima, senyum keiklasan itu terpatri, tak menyurutkan semangat mereka agar tetap tegar di masa pandemi covid 19.
Lagi-lagi hati seorang ibu bak intan pemata. Ibunda tak mengeluhkan derita fisiknya tetapi harus menjaga dan menjenguk anaknya yang sedang dirawat di RS. Tetapi baginya anak pun perlu mengenyam pendidikan sebagai bekal bagi kehidupan anaknya di hari esok. Dengan kesahajaannya, ia sangat berterima kasih atas kunjungan rumah oleh guru/ wali kelas. Lagi-lagi cerminan hati seorang ibu bak intan permata. Ia pun akan menyampaikan ikhwal kunjungan rumah kepada anaknya yang sedang dirawat di Rumah Sakit.
Siang ini cukup terik, suguhan musim sepanjang masa di tanah ini. Menyusuri jalan aspal kemudian harus berkelok-kelok di jalanan berbatu, dari jalan raya hingga ke gang-gang sempit. Kami pun tiba di sebuah gubuk sederhana, kediaman sepasang keluarga tegar menantang zaman. Sapaan damai mengajak kami menempati kursi tamu. Betapa kepenatan terpanggang terik disepuh hijau dedaunan dari tanaman sayur di pekarangan. Kesederhanaan keluarga yang terpaut dalam canda kami di siang bolong, seolah mengungkap tabir bahwa segetir apapun hidup tetaplah dijalani. Biarkan Alur hidup mengalir sesuai musimnya. Bahwa Panas dan dingin adalah permainan musim, susah senang permainan nasib, kaya miskin adalah permainan takdir.
Hari ini kisah- kisah itu telah dirajut hingga suatu waktu tiba di perhentiannya. Kesahajaan mereka seakan melantunkan syair lagu tempo "doeleo".
" Mari kita mainkan saja, peran yang diberikan," demikian salah satu liriknya.




Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan kosntruktif!