MERANTAS BELENGGU
MERANTAS
BELENGGU DAN TANAH LANGIT NTT
Pekan lalu paket buku karya bersama kuterima dari
seorang guru, seorang sahabat, dan seorang editor dan penulis puluhan buku.
Judulnya memantik untuk berselancar. Dengan memahami judulnya, siapapun pembaca
akan penasaran. Apa gerangan belenggu yang hendak dirantas? Jika buku ini
adalah karya bersama setidaknya belenggu itu mungkin saja berwujud persoalan membelit
atau dialami 47 penulis buku berjudul “Merantas Belenggu”. Setelah melahap
beberapa judul akan semakin memahami secara tersurat kisah-kisah terkait
confidence ( rasa percaya diri ) setiap penulis. Percaya pada diri sendiri (
self convindence ) tersurat dalam kisah-kisah penulis buku ini. Semua
dikisahkan berdasarkan pengalaman kehidupan . Ada pula yang mengisahkan
pengalaman hidup orang lain.
Menariknya, beberapa mengisahkan kegagalan yang
menyebabkan kurang percaya diri. Walaupun demkian, hal tersebut dijadikan
cambuk hingga ia akhirnya memiliki rasa percaya diri. Pengalaman hidup ini
hendak dibagikan kepada pembaca. Pembaca dapat saja terinspirasi meningkatkan
rasa percaya diri dengan kisah-kisah
menarik para penulis. Belum lagi jika kisah tersebut sebagaimana dialami
pembaca. Tentu akan sangat memberi pengalaman berharga soal mengatasi hal
kurang percaya diri hingga meraih sukses.
Bagi orang tua atau orang dewasa, kisah-kisah ibi
bukan tidak mungkin memberi pengalaman tersendiri dalam membekali putra-putri
agar memiliki rasa percaya diri. Minimnya pengtetahuan tentang kejiwaan seorang
anak kadang membuat orang tua lalai membentuk kepribadian anak-anak yang
memiliki rasa percaya diri. Banyak anak karena kurang percaya diri gagal dalam
hal-hal tertentu, semisal mweujudkan cita-citanya. Jika dibiarkan akan
berdampak pada beberapa hal. Sebagai misal, kurang kemampuan untuk betindak,
anak malas untuk mencoba sesuatu, cenderung gampang merasa sakit hati, kurang
motivasi, bahkan akhirnya seseorang bisa membenci diri sendiri. Kegagalan
seorang anak menentukan jati dirinya bakhan juga karena kurang percaya diri.
Karya para penulis dengan berbagai latar belakang
ini hendak menggugah hati setiap pembaca untuk merefleksikan penyebab dan
dampak rasa kurang pecaya diri hingga mengabarkan pula solusinya. Diramu dalam
judul-judul menarik buku ini layak dilumat karena ditulis dari kisah nyata, ada
pula seperti kisah fikit namun berdasarkan kejadian nyata. Namun demikian,
beberapa di antaranya yang level abstraksinya cukup tinggi, ada yang sangat
empiris, namn terdapat pula yang berwujud curhat hingga menasehati. Keberagaman
ini membuat buku yang ber-ISBN yang diterbitkan IQRO Semesta Press September
2021 layak dibaca semua kalangan. Bukankah pengalaman itu guru terbaik? Jika
demikian, maka tidak ada salahnya kita hendak membuka tabir kegagalan karena
rasa kurang percaya diri dengan berkaca pada penglaman hidup orang lain. Dan di
buku berjudul “Merantas Belenggu, dari Pribadi Unconfident jadi lebih Percaya
Diri” mungkin salah satu jawabnya. Kita mesti sampai pada titik simpul bahwa percaya diri (Self Confidence) yaitu upaya meyakinkan pada
kemampuan dan penilaian (judgement) diri sendiri dalam melakukan tugas dan
memilih pendekatan yang dirasa cukup efektif. Hal ini termasuk kepercayaan atas
kemampuannya menghadapi lingkungan yang semakin menantang dan kepercayaan atas
keputusan atau pendapatnya.
Terima kasih kepada sahabatku dan guru, sang Editor
Teguh Wahyu Utomo yang selalu memberi ruang dan kesempatan ini. Terima kasih
pula untuk para sahabat setanah air atas kerja keras hingga buku ini layak
dibaca.



Di penghujung Agustus 2021 penantian panjang buku
“Tanah Langit NTT” pun berakhir. Buku karya 47 penulis NTT diberbagai wilayah
Indonesia mendokumentasikan tulisan dari masyarakat NTT dengan tema NTT masa
lalu, kini dan yang akan datang. Buku setebal 226 ini menyodorkan berbagai
tulisan beruapa catatan pribadi, esai, ceriat pendek, puisi dan pantun.
Buku yang diprakarsai oleh Yose S. Beal dan Mezra E.
Pellondou semula menerima 228 naskah yang ditulis oleh 157 orang. Melalui proses
kurasi terplih 47 naskah dari 38 penulis. Sungguh sebuah proses yang sangat
ketat hingga buku ini layak diterbitkan pada Juni 2021.Gubernur Nusa Tenggara
Timur, Vikotr Bung Tilu Laiskodat berkenan memberikan kata pengantar pada buku
yang diterbitkan Garudhawaca Yogayakarta. Lagi-lagi sebuah puisi saya lolos
kurasi yang sangat ketat tersebut.Proses kurasi secara obyektif, di mana para
kurator murni mengurasi karya tanpa melihat nama penulis karena semua karya
yang diterima diagendakan oleh sekretaris.
Dengan buku ini, para pemrakarsa hendak memantik
peran masyarakat NTT dalam mendongkrak propinsi yang merupakan miniatur
Indonesia ini menuju kegemilangan. Terima kasih para sahabat yang juga telah
merestui karya puisiku hingga dibukukan
dalam TANAH LANGIT NTT.

Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan kosntruktif!