DUA PULUH DETIK

 

Dua Puluh Detik untuk Semesta

( Yohanes Joni Liwu,S.Pd )

 

Terkesima menonton sebuah video berdurasi 20 detik dari sebuah akun face book tentang hal mencuci tangan dengan benar dari seorang siswi cilik. Siswi kelas V salah satu SD Katolik binaan para suster Canosa di Kota Kupang terlihat sederhana memeragakannya. Dari rumahnya yang sederhana, ia hendak mengabarkan dengan cara sederhana, agar semua yang yang sedang berlanglang buana di dunia maya setidaknya terketuk pintu hati untuk mengetahui hal sederhana mencuci tangan. Suatu perilaku sederhana yang hampir terabaikan di tengah covid 19 yang telah diikrarkan sebagai sebuah pandemi. Sesaat, terbersit pertanyaan mengapa orang sering melupakan hal sederhana untuk sesuatu yang luar biasa dampaknya bagi kesehatan manusia?

Sesuatu yang kasat mata hari-hari ini untuk mencegah covid 19 adalah penggunaan masker. Hal itu sangat mendasar karena masyarakat sangat paham tentang penularan atau penyebaran covid 19 melalui droplets. Droplets dapat terjadi ketika seseorang meninggalkan cairan ketika bersin, batuk, ataupun berbicara di lantai. Masker memang harus digunakan karena hampir setiap hari seseorang akan berkomunikasi dengan siapapun walau dalam bingkai jaga jarak sebagaimana imbauan pemerintah. Terhadap penulaan melalui dorplets tersebut, maka hampir sebagian orang mendedikasikan diri dengan membagi-bagi masker kepada masyarakat. Demikian  pula himbauan-himbauan lainnya demi membebaskan diri dari ancaman covid 19.

Perilaku menggunakan masker adalah perilaku yang kelihatan sehingga semua orang yang hidup dalam kecemasan oleh pandemic, tergerak untuk menggunakan masker. Namun bagaimana cara mengetahui seseorang sering mencuci tangan sebagai sebuah disiplin agar terbebas dari berbagai virus selain covid 19 te. Pemerintah selalu mengedukasi masyarakat agar bebas dari covid 19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak, tetap di rumah, tidak mudik, dan mencuci tangan pakai sabun. Terhadap beberapa himbauan tersebut, dapat diidentifikasi. Semisal pembatasan seseorang untuk bepergian yang dalam skala besar disebut sebagai Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB). Agar menghindari kerumunan dalam jumlah banyak orang, pemerintah lalu menghimbau agar siapapun tetap di rumah dan bekerja pula di rumah. Semua aktivitas pembelajaran dihentikan sementara hingga musim pandemi ini berlalu. Namun demikian menjadi sulit bagi pemerintah untuk mengetahui apakah seseorang sering mencuci tangan? Sebuah pertanyaan yang membutuhkan kesedaran moral dari seseorang agar dapat menjawabnya.Karena itu menjadi penting bagi seseorang untuk mengetahui betapa ha mencuci tangan sebenarnya memiliki kemanafaatan yang sangar besar jika dibandingkan imbaun-imbaun lainnya di masa cocid 19 ini.

 

Luangkan Waktu untuk Dua Puluh Detik

Selain untuk mencegah virus Corona, ternyata ada beberapa manfaat dengan mencuci tangan selama dua puluh detik. Laporan yang  dilansir dari health.kompas.com, yakni bahwa para ahli telah merekomendasikan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun sebaiknya dilakukan setidaknya selama 20 detik. Pasalnya sabun membutuhkan waktu untuk mengikat molekul air dan minyak secara bersamaan. Selain itu, sabun juga memerlukan waktu tidak sebentar untuk bisa mengangkat kuman-kuman pada tangan untuk dibuang bersama aliran air.

Melansir Buku Kata Dokter (2013) karya dr. I Made C. Wirawan, 80 persen dari seluruh kasus penyakit menular ditularkan melalui sentuhan tangan. Nah, melakukan cuci tangan dengan air dan sabun adalah cara sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah tertular dan menularkan penyakit. Inilah beberapa manfaat yang bisa yang bisa dituai dengan rutin mencuci tangan selama 20 detik.Pertama, mencegah risiko tertular flu, demam dan penyakit menlar lainnya sampai 50 persen. Kedua, mencegah tertular penyakit serius seperti hepatiris A, meningitis, dan lain-lain. Ketiga, menurunkan risiko terkena diare dan penyakit pencernaan lainnya sampai 59 persen. Keempat, jika mencuci tangan sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan, sejuta kematian bisa dicegah setiap tahunnya. Kelima, dapat menghemat uang karena anggota keluarga menjadi jarang sakit. Keenam, Mencegah Infeksi mata. Mencegah infeksi mata merupakan hal yang baik jika tidak terlalu memegang dan mengucek mata. Mata adalah salah satu organ vital manusia. Mata merah, mata kering, mata gatal, atau sakit mata yang lain akan dapat mudah sekali menular dengan satu kali sentuhan tangan.

 

Melihat urain di atas, betapa hal mencuci tangan dengan sabun sangat berdampak pagi pencegahan virus penyakit selain cocid 19. Sampai sejauh ini, akan menjadi soal terbaru yakni jika ketersediaan air di rumah tidak tercukupi. Jika sarana tidak mendukung mungkin itu alasan klasik, karena setiap rumah tangga atau lembaga dapat mendayagunakan wadah-wadah sederhana sebagai tempat penampungan air yang dapat diletakan di depan rumah. Atau jika memungkina dapat membeli ember-ember yang termodifikasi dengan keran bagian bawahnya. Apakah hal mencuci tangan ini turut menjadi perhatian pemerintah selain masker yang hari-hari ini dibagikan kepada masyarakat luas. Satu hal yang belum menyentuh perhatian pemerintah, pimpinan wilayah atau intansi-instansi terkait.

            Setiap rumah tangga atau bahkan masyarakat pada umumnya, seharusnya memperhatikan hal mencucui tangan sebagai sebuah pembiasaan. Tentu lebih kepada upaya mencegah berbagai virus yang bermula dari tangan.  Walaupun demikian, perlu pual diketahui kapan seseorang akan mencucui tangan agar terhindar dari berbagai virus, tidak hanya mencegah covid 19?

Pertama, mencuci tangan dilakukan sebelum makan. Menjaga sistem pertahanan tubuh adalah hal yang penting dalam mencegah penularan virus. Konsumsi makanan sehat adalah salah satu cara untuk menjaga sistem pertahanan tubuh. Sebelum menyentuh makanan, pastikan tangan selalu bersih. Sebab, tangan merupakan bagian tubuh yang sering terkena interaksi secara langsung. Interaksi tersebut dapat berupa interaksi secara langsung terhadap orang lain ataupun benda. Sehingga kuman, bakteri, dan virus dengan mudah dapat menempel pada tangan.

Kedua, setelah buang air kecil maupun besar. Buang air kecil dan besar merupakan tanda bahwa metabolisme tubuh telah bekerja dengan baik. Metabolisme tubuh salah satu tandanya adalah dengan pembuangan sisa makanan yang sudah tidak berguna kembali. Sebagai akibatnya, tubuh mengenali sisa makanan tersebut sebagai racun yang perlu dibuang dari tubuh. Seusai proses buang air kecil dan besar, tentu saja tangan akan membantu membersihkan bagian tubuh yang berfungsi untuk mengeluarkan hasil ekskresi tersebut. Cuci tangan dengan bersih seusai buang air kecil dan besar. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari berpindahnya cairan tubuh, bakteri, kuman, dan virus yang ada di dalam hasil ekskresi pada benda-benda di sekitar kita.

Hal ketiga dakah mencuci tangan setelah beraktivitas. Dengan adanya aktivitas fisik, tubuh mengeluarkan keringat sebagai proses metabolisme yang baik. Selain itu, dalam beraktivitas seseorang berinteraksi dengan dunia luar, baik interaksi dengan benda maupun orang di sekitarnya. Tentu saja dalam melakukan aktivitas, tangan menjadi satu bagian anggota tubuh yang sering terkena kontak dan interaksi secara langsung. Karena itu, tangan menjadi salah satu anggota tubuh yang rentan menularkan berbagai kuman, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan di dalam tubuh.

Hal keempat adalah mencuci tangan sebelum menyentuh mulut, hidung, dan mata.Segitiga wajah menjadi salah satu media penularan berbagai kuman, bakteri, dan virus yang dapat menyerang pertahanan tubuh manusia. Sebab, segitiga wajah tersebut terdapat cairan yang rentan menjadi inang bagi bakteri untuk hidup dan menginfeksi anggota tubuh. Dengan menyentuh segitiga wajah yaitu mulut, hidung, dan mata menggunakan tangan, maka bakteri yang menempel pada tangan dapat dengan mudah berpindah. Kurangi menyentuh segitiga wajah dengan menggunakan tangan. Apabila dirasa perlu untuk menyentuh, cuci tangan dengan dahulu dengan bersih. Dengan mencuci tangan hingga bersih menggunakan sabun, maka seseroang telah mematikan sebagian besar kuman, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh.

Kelima, mencuci tangan setelah menerima paket dan makanan online. Belanja online manjadi solusi ketika seseorang melakukan work from home di masa krisis covid 19. Seseroang harus harus berhati-hati setelah menerima paket dari belanja online itu. Setelah menerima paket dan membongkarnya, langsung cuci tangan. Begitu juga setelah menerima makanan yang diorder online. Seseorang sebaiknya langsung cuci tangan menggunakan sabun setelah membongkar makanan tersebut.

Masa krisis pandemi covid 19 telah mengubah semua tatanan kehidupan, ia bahkan merenggut hak hidup seseorang.Semua kita tentu tak pilihan lain untuk membiasakan hidup sehat agar tetap terhidar dari wabah yang melanda dunia ini. Hingga di titik ini, masyarakat bangsa ini tidak perlu mendiskusikan mengapa ada virus berjenis covid 19 lalu mengabaikan hal terpenting yakni kesalamatan hidup. Mungkin banyak yang harus dipahami tentang hal mencegah, karena hal mengobati seseorang terpapar covid 19 menjadi area paramedis sesuai protokol kesehatan tenatang covid 19.Tetapi membiasakan diri melakukan hal sederhana yang bisa dilakukan oleh siapa saja tentu tidak harus menunggu imbauan. Kita mesti memulai dari hal kecil untuk hal yang lebih besar. Sesungguhnya hal mencuci tangan telah mengajarkan kepada untuk mengetahui sesuatu yang lebih besar dari hal yang paling kecil atau sederhana.

Memang sangat sederhana, karena tanpa biaya yang mahal. Sederhana karena bisa dibiasakan di rumah atau di manapun seseorang beraktivitas. Sederhana karena hanya membutuhkan waktu dua puluh detik, bukan dua puluh menit, dua puluh jam. Kita mesti pula mengetahui bahwa  sekitar 98 persen penyebaran kuman di tubuh bersumber dari tangan kita sendiri. Menjaga kebersihan tangan salah satu upaya terhindar dari berbagai penyakit. Jika pernah melupakan kebersihan tangan, maka mulai sekarang jangan pernah melupakannya.

***

 

BIODATA

 

Nama               : Yohanes Joni Liwu, S.Pd

Alamat                        : Jl. Uye Lewun- Amabi,

Kelurahan        : Kelurahan Maulafa- Kecamatan maulafa, RT/RW: 15/ X

Asal Instansi   : SMP Negeri 1 Kota Kupang

Pos-el              : liwujoni@gmail.com

Nomor telepon aktif    : 085239187286

Nomoe WA                 : 085239187286

Face book                    : Joni Liwu

Text Box:
 

 

 

 


           

 

Komentar