TERTATIH DI TENGAH BADAI
TERTATIH DI TENGAH BADAI Cerpen: Joni Liwu Tuhan tidak menjanjikan langit itu selalu biru, bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah, bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, tawa di setiap air mata, berkah di setiap cobaan, dan jawaban dari setiap doa. Untaian larik berparadoks itu masi mengiang. Belum sempat, melihatmu tersenyum setelah berlelah. Berpeluh dalam hitungan waktu tak sebentar. Belum lagi cucur keringat ayah handa dan ibunda mengais rupiah. Setiap pagi mereka berlelah, berpacu dengan waktu. Lalu kereta-kereta tua itu diraihkan di tepi jalan. Di atasnya sedikit penganan dijajahkan, berharap pengunjung rumah sakit itu bisa melihat-lihat. Kalaupun tidak bisa menghampiri, sehingga bisa membeli penganan yang tersedia sejak dini hari. Koko ayam bersahutan semakin memacumu., agar sebelum mentari menyepu embun pagi, sebelum burung-b...