Puisi TENTANGMU IBU
TENTANGMU IBU
Ingin kudengar kisah
tersisa.Bahkan tangan ini tak sanggup menulis cinta bertubi, karena kasihmu
membesarkan raga tanpa pamrih.Rindu dongengmu tentang tangan harus bekerja di
ladang sehingga kehidupan bertumbuh. Tumbuh padi jagung di ladang sunyi, damai
pun selimuti kita. Kala ladang menghasilkan, kitapun berbangga, bersyukur, dan
berbagi. Tradisi kemanusiaan telah terwaris agar kami pun mewariskan.
Rindu kisahmu tentang masa kecilku, digendong tak kenal lelah
enta di jalanan licin, diguyur huja, atau hakan jalan dirintangi banjir.
Dan cerita-cerita itu belum usai karena janjimu tuk cerita
lagi.Ceritamu jadi ceritaku, dan akupun menceritakan.
Malam itu, kita bersama sanak keluarga tetap berdiang, mengitari
tungku perapian. Hangat terasa, bukan karena panas bara, hangat cinta ibunda,
ayahanda, sanak sahabat memingkai kesahajaan, sebagai petani kecil yg selalu
berharap cukup pangan. Keluarga petani nun jauh di pelosok, selalu berharap
padi jagung, singkong pun pisang cukupkan kita agar tetap menyongsong terbit
fajar esok nan cerah.
semua pijakkanmu, di mana pun beri harap.Dan kutahu bahwa hidup
kan tetap hidup jika tangan mencencang bahu memikul.Hidup kan tetap berdenyut
kala peluh basahi bumi, di tanah menghidupkan.
Kisah-kisahmu masi terpatri walau uzur usiamu.Peluhmu telah jadi
tonggak hingga kami tetap tegar di tengah badai mengancam.


Komentar
Posting Komentar
Silakan komentar secara bijak dan kosntruktif!