Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

ORANG PILIHAN

Gambar
  EPILOG PUISI ORANG PILIHAN   JANGAN PERNAH MENYERAH Guratan-guratan rindu sangat terlihat pada karya-karya Mery   C. Lola yang selalu mengisahkan kehadiran sosok insani dalam menata kehidupannnya walau ia harus menanutkannya pada ala semesta dan segala isinya. Pada bintang gemintang ia mengabarkan rasa hatinya, bahkan bayu tak berwujud seolah menjadi sarana tautan hati pengarang.   Pada bait terakhir dari puisi pembuka dari…puisnya, ia melantunkan asanya dipagut rindu.   Angin ...s ampaikan rinduku pada dia yang terkasih Sebelum terdengar nyanyian kicau murai Temani aku dalam dekap malam ini Meski bahagia hanya dalam angan   Pengarang   puisi ini seorang   pengembara, mengembara   pada alam   nanluas. Oleh karenanya, ia memadukan kenyataaan hidupnya dalam   diksi-diksi diafaan yang dapat dipahami siapapun. Belum lagi jika pengembaraannya dikuatkan kasih ibunda. Maka puisi Kasih Ibu dan Mama   menyirat...

PENAT

Gambar
  PENAT     Hari ini ku menulis tentangmu tentang rasa yang mendayu tentang hati bersujud dan tentang raga ikhlas berikhtiar.   Hari ini aku menulis dalam mendung membalut raga pada buana terus diguyur sedang raga panik menampik penat lelah di jalan menyengat tubuh, entah kapan pandemi berlalu.     Hari ini kutulis untukmu agar asa tetaplah tertabur karena mentari tetap benderang di balik kabut kelamkan bumi.     Kupang, 03022021  

Puisi GULITA

Gambar
  GULITA   Bayu menimpuk kelam Mega berarak dalam gelap jantung berdegup, lara mengusik. Satu-satu menyusur damai tinggalkan buana menyesak dada dan semua sedang menanti.     Jagad Dewa ranumkan musim agar kelana tak bermuram durja teguh jiwa di jalanan terjal.     Berikan sejumput asa agar tak ringkuk dihujam karma hingga terbit mentari esok.   Kupang, 28 Januari 2021  

Puisi NELANGSA

Gambar
  NELANGSA   Gemericik rindu di tepian lara Hanyutkan asa mengembara Menepi ke ngarai cinta Menyepi di lautan kasih.   Tak kutahu hingga di mana kembara abadimu Entah ke mana rasa nelangsa Hingga di mana sekeping cinta   menepi.   Senyummu memagut batin kian perih, Kian pedih tak sisahkan harap Hempaskan sejumput asa berpadu Dan batin menyepi, sepi sendiri.   Pasrahku pada katup doa bernasar Karena cinta tak berujung talh jadi suluh Hingga suatu hari nanti, hati kan tertambat Lalu rindu pun berpadu.     Kupang, 12 Januari 2021

Puisi REMAH

  REMAH Mengais remah-remah covid pada sebentang masa membentang hidupkan raga tak lagi kulai dada jenjang pun tak lagi kuusap covid tak lagi momok hikmah pun hikmat bagimu insan dari semusim serba mengancam, mengintai raga selamat dunia. ia masih di sini, di rumah ini pun rumahnya jadikan pahala atau prahara? Pahala ranumkan kisah prahara kisahkan derita. jauhkan azab pun durjana jumput dan jemput masa mengintai agar ranumnya jadi remah hingga tertulis di kisah hidup. Kupang, 21 Desember 2020

Puisi TENTANGMU IBU

Gambar
TENTANGMU IBU    Ingin kudengar kisah tersisa.Bahkan tangan ini tak sanggup menulis cinta bertubi, karena kasihmu membesarkan raga tanpa pamrih.Rindu dongengmu tentang tangan harus bekerja di ladang sehingga kehidupan bertumbuh. Tumbuh padi jagung di ladang sunyi, damai pun selimuti kita. Kala ladang menghasilkan, kitapun berbangga, bersyukur, dan berbagi. Tradisi kemanusiaan telah terwaris agar kami pun mewariskan.   Rindu kisahmu tentang masa kecilku, digendong tak kenal lelah enta di jalanan licin, diguyur huja, atau hakan jalan dirintangi banjir. Dan cerita-cerita itu belum usai karena janjimu tuk cerita lagi.Ceritamu jadi ceritaku, dan akupun menceritakan.     Malam itu, kita bersama sanak keluarga tetap berdiang, mengitari tungku perapian. Hangat terasa, bukan karena panas bara, hangat cinta ibunda, ayahanda, sanak sahabat memingkai kesahajaan, sebagai petani kecil yg selalu berharap cukup pangan. Keluarga petani nun jauh di pelosok, selalu...