Puisi GULITA

 

GULITA

 


Bayu menimpuk kelam

Mega berarak dalam gelap

jantung berdegup, lara mengusik.

Satu-satu menyusur damai

tinggalkan buana menyesak dada

dan semua sedang menanti.

 

 

Jagad Dewa ranumkan musim

agar kelana tak bermuram durja

teguh jiwa di jalanan terjal.

 

 

Berikan sejumput asa

agar tak ringkuk dihujam karma

hingga terbit mentari esok.

 

Kupang, 28 Januari 2021

 

Komentar