BENAR-BENAR BANJIR

 

BENAR-BENAR BANJIR

 


 

Saat membuka gawai pagi ini, saya kebanjiran ucapan selamat ulang tahun, dari yang sederhana hingga harus diterjemahkan, bahkan untuk mengetahuinya saya harus berselancar di lautan google. Tidak saja kebanjiran ucapan selamat tetapi memang pagi ini kebanjiran di jalanan, halaman rumah karena hujan lebat sejak pagi-pagi buta. Syukurlah topografi pulau Timor menjamin kota ini tidak akan kebanjiran hingga menjadi sebuah bencana.

  

Pagi ini benar-benar banjir. Sambil menanti teduhnya hujan, kebanjiran ucapan menyulut saya untuk menyampaikan terima kasih. Sesuatu yang wajar apalagi di masa PPKM ( Pembatasan Pemberlakuan kegiatan Masyarakat ) tidak memberi ruang sedikitpun bagi kita untuk sekedar bersalaman. Belum lagi hujan pagi ini tidak menyuguhkan waktu walau sebentar untuk melangkahkan kaki ke luar halaman rumah.

 

Kebanjiran ucapan dari rekan kerja, sanak keluarga, sahabat, adalah doa untuk saya. Semua menyampaikannya itu tulus dari hati. Di usia setengah abad lebih dua tahun ini, saya pun dengan tulus menyampaikan terima kasih tak terhingga.


Dari semuanya saya ingin memahami bahwa saya berterima kasih kepada segalanya karena semuanya mengajari saya sesuatu.

Salam sehat.

Komentar