KACA MATA UANG
KACA MATA UANG Aktivitas siang kemarin di sekolah terhenti lantaran tamu sedang menanti di rumah. "Bapa, tamu ini hanya hendak bertemu bapak dan mama," demikian putriku melalui VC. Ia pun melanjutkan jika tamu itu seorang perempuan. Akupun langsung berkemas. Seorang tamu perempuan? Hati mengumbar tanya seribu satu. Apakah geranganan urusannya? Bagiku tentu sangatlah penting karena aku yang harus menemuinya. Semula aku berpikir jika tamu itu adalah seorang sahabat guru yang akan memberikan sebuah buku antologi puisi karya rekan guru di kabupten tetangga. Saya membuat ulasan sebagai endors dari bukunya tersebut. Sebagai ungkapan terima kasih, ia mengrimkan buku itu kepada saya melalui editornya yang tinggal sekota denganku.Ternyata dugaanku itu salah. "Ibu itu tidak berjilbab ," jawab anakku dalam VC saat saya memastikan sahabat guruku itu berjilbab. Saya memutuskan secepatnya menyambangi tamu itu di rumah. Hal itu harus kulakukan agar tidak pula...