Postingan

ADA APA DENGAN PANTAI RAKO PADA AJANG API 2022

Gambar
    ADA APA DENGAN PANTAI RAKO PADA AJANG API 2022 ( Oleh: Y.Joni Liwu )   Ketika diusung  Disparbud ( Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Flores Timur dalam ajang  Anugerah Pesona Indonesia  ( API ) ke- 7 tahun 2022, Pantai Rako kemudian masuk nominasi 10 besar Wisata air dengan label Shurfing Pantai Rako. Ada pun beberapa kategori yang diusung Panitia API 2022 semisal wisata kuliner berupa Makanan dan Minuman Tradisional, Promosi Pariwisata Digital, Brand Pariwisata, Destinasi Belanja,   Cindera Mata, Wsiata Olah raga dan Petualangan, dan.lain lain.   Panitia dalam pengumuman secara virtual melalui chanel yout tube menjelaskan bahwa penilaian dilakukan berdasarkan  pengajuan.dari Dinas Pariwisata tiap Kabupaten Kota di  seluruh Indonesia  juga berdasarkan tayangan objek-objek wisata tersebut melalui yuo tube pun media sosial lainnya.   Sungguh pengumuman itu sangat memggembirakan lantaran pantai  yang ...

AYAH, DI SETIAP DETAK JANTUNGMU

Gambar
    AYAH, DI SETIAP DETAK JANTUNGMU   Suasana lengang setelah jeda makan siang. Di kantor ini, Silvester ayah   empat anak, ini hari-hari ini menggeluti rutinitasnya. Lima tahun lagi ia purna bakti. Di masa-masa akhir pengabdiannya ini, Silvester menjadi sosok yang patut diteladani. Tentang disiplin bekerja, berperilaku, demikian perpakaian, Silvester menjadi pula sosok yang dicntihi di kantor ini.   “Tok..tok..tok..,” sesorang mengetuk pintu ruang. “Masuk..’” jawab Silvester tanpa melihat sosok di depannya. Silvester tahu kalau yang selalu masuk ke ruang kerjanya adalah sahabat sekantor. Itu pun untuk urusan-urusan kantor, bukan sekedar ngobrol santai. Mereka biasanya ngobrol santai selalu di kantin, di samping kantor.   Ia tengah sibuk mencermati beberapa laporan hingga tak kunjung melihat sosok di depannya tersebut. Seseorang yang sedari tadi itu pun masih berdiri di depan pintu karena belum dipersilahkan oleh Silvester. Ketika melihat so...

MEMBUDAYAKAN LITERASI PASCA PANDEMI COVID -19

Gambar
    MEMBUDAYAKAN LITERASI PASCA PANDEMI COVID -19 ( Oleh: Yohanes Joni Liwu, S.Pd )               Jelang peringatan HUT RI ke- 77, 17 Agustus 2022, sekolahku menggelar beberapa jenis lomba. Salah satu di antaranya adalah merias pohon literasi di kelas masing-masing. Seorang peserta didik di tengah kesibukan merias pohon literasi dan Majalah   Dinding   ( Mading ) kelasbertanya,” Bapak, masih adakah literasi itu?” Pertanyaan yang menohok, karena guru menurutku menjadi garda terdepan menggerakan literasi di sekolah, sedangkan niat menggerakan literasi tersebut perlahan pudar ketika bangsa didera Pandemi Covid-19. Saya coba memahami pertanyaannya, karena hampir dua tahun masa pandemi covid – 19, gema literasi tidak terngiang. Mereka ( baca: peserta didik ) hampir sibuk dalam kesehariannya dengan mengerjakan tugas secara daring. Tugas literasi semisal membuat resume dari bacaan sangat mungkin diabaikan...

PENULIS POHON PISANG

    PENULIS POHON PISANG   Menggelitik tatkala perilaku menulis “ibarat pohon pisang”   mesti disematkan kepada seseorang penulis. Penulis- penulis di sini bisa ditebak. Mereka-mereka itu   semisal pegiat literasi, penulis umumnya, guru, siswa, cendekiawan, masyarakat kampus, ataupun   siapapun yang tergerak dan baru bergrak untuk menulis. Mengapa nian, sekali menulis dan selesai. Atau lebih sadis menghilang tak tentu rimba. Jika tabiat ini masi saja tersemat di hati, tentu   roh literasi yang dehembuskan sirnah ditelan masa. Jika demikian, gema yang telah digaungkan pemerintah mesti menjadi litani yang selalu disenandungkan selama denyut nadi ini berdetang. Gol A Gong, duta baca yang hari –hari ini menyebarakannya dengan safari literasi mengusung slogan bahwa membaca itu sehat dan menulis itu hebat. Lalu apalagi yang mesti dicernah dari ungkapan   sederhana tersebut? “Jangan hanya penulis pohon pisang, demikian, Dr. Marel Robot dalam samb...

PANTAI RAKO, NIRWANA TERSEMBUNYI

Gambar
    PANTAI RAKO, NIRWANA TERSEMBUNYI   Cakrawala yang mempesona menyibak tirai keindahan alam, bahwa buana permai adalah cipataan Sang Khalik. Semesta ini telah dianugerahkan kepada penghuni bumi. Mahakarya pada bumi tak terperikan membingkai alam nan permai. Karya terberikan oleh leluhur telah terpaut pada pantai di selatan Flores Timur, ialah Pantai Rako. Semenjak dahulu kala, pantai berbentuk gading serta berpasir putih, telah tersemat di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.   Seolah berada dalam dekapan tanjung Manuk dan tanjung Makasar, Pantai Rako menyimpan sejuta rona. Keindahan dan kemolekan dengan pasir putih, tidak saja menyimpan sejuta kisah, ia bahkan akan berkisah tentang penjaga zaman dari masa ke masa.   Pantai Rako bak s perawan desa hendak ditimang. Ombak menepi pada bentangan pasir putih sekitar tiga sampai empat kilometer laksana desah kagum penghuni bumi atas mahakarya sang khalik. Hamparan pantai dengan gelomb...