Postingan

PENULIS POHON PISANG

    PENULIS POHON PISANG   Menggelitik tatkala perilaku menulis “ibarat pohon pisang”   mesti disematkan kepada seseorang penulis. Penulis- penulis di sini bisa ditebak. Mereka-mereka itu   semisal pegiat literasi, penulis umumnya, guru, siswa, cendekiawan, masyarakat kampus, ataupun   siapapun yang tergerak dan baru bergrak untuk menulis. Mengapa nian, sekali menulis dan selesai. Atau lebih sadis menghilang tak tentu rimba. Jika tabiat ini masi saja tersemat di hati, tentu   roh literasi yang dehembuskan sirnah ditelan masa. Jika demikian, gema yang telah digaungkan pemerintah mesti menjadi litani yang selalu disenandungkan selama denyut nadi ini berdetang. Gol A Gong, duta baca yang hari –hari ini menyebarakannya dengan safari literasi mengusung slogan bahwa membaca itu sehat dan menulis itu hebat. Lalu apalagi yang mesti dicernah dari ungkapan   sederhana tersebut? “Jangan hanya penulis pohon pisang, demikian, Dr. Marel Robot dalam samb...

PANTAI RAKO, NIRWANA TERSEMBUNYI

Gambar
    PANTAI RAKO, NIRWANA TERSEMBUNYI   Cakrawala yang mempesona menyibak tirai keindahan alam, bahwa buana permai adalah cipataan Sang Khalik. Semesta ini telah dianugerahkan kepada penghuni bumi. Mahakarya pada bumi tak terperikan membingkai alam nan permai. Karya terberikan oleh leluhur telah terpaut pada pantai di selatan Flores Timur, ialah Pantai Rako. Semenjak dahulu kala, pantai berbentuk gading serta berpasir putih, telah tersemat di Desa Hewa, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.   Seolah berada dalam dekapan tanjung Manuk dan tanjung Makasar, Pantai Rako menyimpan sejuta rona. Keindahan dan kemolekan dengan pasir putih, tidak saja menyimpan sejuta kisah, ia bahkan akan berkisah tentang penjaga zaman dari masa ke masa.   Pantai Rako bak s perawan desa hendak ditimang. Ombak menepi pada bentangan pasir putih sekitar tiga sampai empat kilometer laksana desah kagum penghuni bumi atas mahakarya sang khalik. Hamparan pantai dengan gelomb...

PERLUKAH KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BAGI SISWA?

  PERLUKAH KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS BAGI SISWA?   Waktu satu jam ujian tulis belum usai. Baru saja 20 menit.Untuk menyelesaikan soal sebanyak empat puluh nomor   setidkanya membutuhkan wakti sembilan puluh menit.   Mataku sekejap melihat ke luar. Di halaman depan ruang ujian, tiga orang siswa negumpulkan sampah , selanjutnya membakar sampah-sampah tersebut. “Bukankah mereka juga peserta ujian?” aku membatin. Tak kuhiraukan karena di hadapanku puluhan siswa sedang mengikuti ujian. Aku harus mengawasi mereka selama satu jam. Aksi anak-anak membakar sampah menyulut perhatian mereka. Namun, tak satu pun terpancing. Mereka tetap mengikuti ujian dengan tertib. Kudengar suara seorang guru,“Bagaimana mungkin mengerjakan soal-soal try out hanya lima belas menit.” Saya baru menyadari   jika beberapa siswa tersebut diberi sanksi. Hampir teman-teman dan guru-guru di sekolah tersebut pun tahu jika mereka sering buat ulah. Acuh tak acuh dalam pembelajaran. Sering bo...
Gambar
    BERTANAM   BAMBU DARI KAMAR HOTEL   “Gerah,” ungkapan spontan seorang sahabat dari kampung halaman ketika menginjakan kaki di Kota Kupang di penghujung Maret. Padahal mestinya ia merasakan sejuk apalagi kota Kupang masih diguyuri hujan. Warga Kota Kupang tentu berbeda halnya. Kesejukan karena mendung walau sebentar tentu sebuah suasana menggebirakan. Belum lagi kalau hujan, betapa batin tesentuh karena kesejukkannya. Kesejukan yang mungkin sangat berbeda kualitasnya sebagaimana yang dialami sahabatku. Daerahnya memang sejuk.Hampir setiap pagi halaman rumah bahkan perkampungannya digelayuti mendung. Tak jarang embun menjadi tetes air di dedauan halaman rumah juga menetes dari atap rumah di kala pagi. Kegerahannya halaman hotel sebelumnya kemudian menghantar   kami dalam diskusi di sebuah   kamar hotel di   Jl. Piet A.Tallo,Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. Tak terasa gerimis magrib kemarin sore telah memupus kegerahannnya. Karena ia...
Gambar
  GOL A GONG DAN SEBUAH   FENOMENA   Jagad literasi Indonesia hari-hari ini disemarakan dengan safari literasi Duta Baca Gol A. Gong alias Heri Hendrayana Harris . Safari Jawa, Bali, NTB, dan NTT   sejak Januari,   hari-hari ini hingga unjung timur Flores dan pulau Lembata.Kehadirannya bak menyepuh pandemi covid-19. Gebyar dan geliat literasi pada setiap tempat yang disinggahi bergaung. Para pegiat literasi hingga siswa-siswi antusias menyambutnya. Tidak sampai di situ, pengalaman literasi sastrawan kelahiran 15 Agustus 1963 ini dibagikan cuma-cuma. Mengajari anak-anak bangsa menulis karya fiksi dan nonfiksi. Ia berhasil mengimpori guru dan siswa pun pegiat lietrasi umumnya. Hasrat membaca dan menulis yang dibagikan telah menjadi pemicu. Paling tidak, para pegiat literasi yang selama ini berkutat dalam kesendirian,. Mereka seolah mendapatkan asupan nutrisi. Menjadi lebih kuat berjalan di lorong sunyi yang disebut literasi.   Pendiri Rumah Dunia yang...

BDR dan Harap-Harap Cemas

  Kisah Belajar di masa pandemi   BDR dan Harap- H arap Cemas   BDR alias Belajar Dari Rumah merupakan   sebutan Pembelajaran Jarak   Jauh yang diberlakukan di kotaku. Penyebutan singkatan ini di awal-awal masa pembelajaran karena covid-19 menjadi familiar karena lebih mudah, dibanding WFH ( Work From Home ), ataupun sitilah-istilah lainnya. Terlepas dari jenis apapun yang disematkan oleh sebuah instansi pendidikan, BDR harus diterjemahkan sebagai bentuk pembelajaran yang harus dilaksanakan di rumah. Dengan demikian, setiap rumah peserta didik telah memiliki peran ganda, selain fungsi utama juga sebagai sekolah, setidak-tidaknya sebagai sekolah sementara.             Terhadap status rumah sebagai sekolah sementara it u , tentu orang tua pun harus berperan lebih di antaranya sebagai fasilitator, guru bimbingan selama anak melakukan kegiatan pembelajaran yang disebut dengan BDR. Kondisi seperti ini h...

Di Antara Hari-hari Tersisa

    Di Antara Hari-hari Tersisa   Mungkin pula judul di atas seperti Menjelang Hari-hari Perpisahan, atau bahkan Kita Hendak Pisah, juga judul-judul lainnya yang lebuh menyentuh. Namun demikian, nilai rasa bahasa akan lebih menyentuh, terlebih kepada siswa-siswi yang hari –hari ini selalu menyapaku sebagai wali kelas, yang hari hari ini hendak menyudahi hari-hari kebersamaannya dengaku. Tanggung jawab dari tugas tambahan sebagai wali kelas tentu memiliki nilai lebih. Wali kelas juga merupakan guru pengajar yang dibebani tugas-tugas sesuai sebagai penanggungjawab dinamika pembelajaran di dalam kelas tertentu. Menurut Jean & Morris dalam  Foundation of Teaching, an Introduction to Modern Education: “Teacher are those person who consciously direct the experiences and behavior of and individual so that education takes place . Artinya, guru (wali kelas) adalah mereka yang secara sadar mengarahkan pengalaman dan tingkah laku dari seorang individu sehingga dapat...